Wilayah Baturaja Langganan Banjir, Pemkab OKU Dinilai Lamban Melakukan Penanganan

oleh -496 Dilihat
Petugas kepolisian dan warga saat melakukan monitoring banjir, Senin (30/3/2026). Foto: istimewa
Petugas kepolisian dan warga saat melakukan monitoring banjir, Senin (30/3/2026). Foto: istimewa
banner 728x90

CAHAYANUSANTARA.ID Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir, menyebabkan banjir di beberapa titik dalam Kabupaten OKU, di antaranya  di Kelurahan Sukaraya dan Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur.

 

Pantauan, Senin (30/32026) pagi, setidaknya ada 19 rumah yang dihuni oleh 20 Kepala Keluarga (KK) terendam banjir setinggi 100 cm, di kawasan Taman Sari RT 01 dan 03 RW 03 Kelurahan Sukaraya serta Desa Air Paoh RT 03 Dusun 7 Kecamatan Baturaja Timur.

banner 728x90

 

Selain permukiman, banjir juga merendam area Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Al-Ma’arif dan bekas Kantor Urusan Agama (KUA) Baturaja Timur.

Baca juga :  Diduga Sungai Tanjung Kurung Tercemar Limbah Batubara PT AOC, Warga Minta Solusi Kepada Bupati

 

Genangan air juga menyebabkan aktivitas warga menjadi terhambat. Ironisnya, pemerintah terkesan lamban dalam menangani banjir. Hanya terlihat pihak kepolisian yang berada di lokasi banjir, sejak pagi.

banner 728x90

 

“Sampai pukul 0i.30 WIB, masih belum ada pihak pemerintah daerah yang datang melakukan penanganan atau menyedot  air yang meluap,” kata personel polisi di lokasi banjir.

 

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo SIK mengatakan, pihaknya dalam hal ini Polsek Baturaja Timur telah melaksanakan monitoring perkembangan banjir yang saat ini sudah menggenangi dan masuk ke badan Jalan Lintas Tengah Sumatera.

Baca juga :  Diduga Disdikbud OKU Timur Lakukan Pungutan Berkedok Infak Senilai Rp.1.3 M, Tindaklanjuti Arahan Bupati

 

“Kita sudah melakukan kegiatan monitoring dan penanganan perkembangan banjir di wilayah yang terdampak banjir tersebut,” kata kapolres.

 

Berdasarkan hasil laporan monitoring itu, hingga saat ini banjir masih menggenangi wilayah tersebit dengan ketinggian air sekitar 100 cm.

 

“Ada 20 KK yang menempati 19 rumah, terdampak banjir. Selain permukiman,  air juga merendam area STIKES) Al-Ma’arif,” tambah AKBP Endro.

 

Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait penanganan banjir tersebut. (erham/rilis)

Baca juga :  Dua Pengedar Sabu di OKU Tertangkap, Ada yang Transaksi dengan Polisi

 

 

banner 728x90

No More Posts Available.

No more pages to load.