CAHAYANUSANTARA.ID Meski sudah diingatkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, agar seluruh Kepala Desa (Kades) dapat mengelola Dana Desa dengan baik dan benar sesuai dengan peruntukannya.
Bahkan, sudah ada beberapa contoh Kades yang mendekam di penjara karena terbukti menggunakan uang Dana Desa untuk kepentingan pribadi alias korupsi.
Namun masih ada saja oknum Kades yang bandel dan tetap tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa. Salah satunya oknum Kades Telanai, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan berinisial Y.
Berdasarkan informasi yang digali dari beberapa warga termasuk tokoh masyarakat di Desa Telanai, bahwa semenjak kepemimpinan Kades perempuan tersebut, diduga pengelolaan Dana Desa tidak dilakukan dengan transparan.
“Kami tidak pernah diajak musyawarah tentang pengelolaan dana desa, apa programnya, berapa nominal uangnya dan digunakan untuk apa, kami tidak tahu,” kata salah satu warga kepada media online ini, Selasa (8/7/2025).
Untuk memastikan kebenaran keluhan masyarakat tentang tidak transparannya pengelolaan Dana Desa tersebut, pewarta media online berusaha mengkonfirmasi Kades Telanai ke kantor desa dan kediamannya, tapi Kades Y tidak berada di tempat.
Begitu juga ketika dihubungi melalui pesan singkat dan sambungan WhatsApp, hingga berita ini dibuat belum ada jawaban resmi dari Kades Telanai tersebut.
Bahkan Camat Banding Agung, Adi Saputra, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait pengelolaan Dana Desa Telanai yang diduga tidak jelas peruntukannya, ia terkesan menutupi karena tidak memberikan jawaban yang jelas.
“Maaf boss. AQ br sls dr (Aku baru selesai dari) ado giat dr polres. Unit PPA. Ini br bubar,” jawab Camat Banding. (tim).







