Ibu Guru Muda di Perbatasan OKU Ditemukan Tewas dalam Indekos, Kaki dan Tangan Diikat, Mulut Disumpal Kain

oleh -180 Dilihat
Korban saat ditemukan tak bernyawa di dalam kosannya, Rabu (19/11/2025). Foto: istimewa
Korban saat ditemukan tak bernyawa di dalam kosannya, Rabu (19/11/2025). Foto: istimewa

CAHAYANUSANTARA.ID Seorang ibu guru muda berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMPN 46 OKU, ditemukan tewas dengan kondisi mulut  disumpal kain, tangan dan kaki terikat di dalam kamar indekosnya, Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten OKU, Rabu (19/11/2025), sekitar pukul 18.30 WIB.

 

Korban bernama Sayidatul Fitriyah (27), warga asal Desa Raja Basa Baru, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur. Guru mata pelajaran TIK di SMPN 46 OKU Dusun Air Itam yang merupakan daerah pelosok perbatasan Kabupaten OKU dan Ogan Ilir.

 

Informasi diterima, sore itu saksi seorang IRT bernama Resta (27), melihat sepeda motor korban masih terparkir di depan kosan dan hendak memberitahukan kepada korban.

Baca juga :  Dua Bulan Lebih Dicari Polisi Karena Mencuri HP, Candra Malah Tertangkap di Rumah

 

Namun, saat melihat dari depan pintu, saksi merasa ada yang aneh dengan korban. Lantas ia mengajak warga untuk memastikan keadaan korban. Saat dilihat ternyata korban sudah tak bernyawa dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Kemudian saksi langsung melapor ke Polsek Peninjauan.

 

Menurut saksi Resta, sebelum ditemukan tewas, korban seperti biasanya, pagi sekitar pukul 06.30 WIB berangkat ke SMPN 46 OKU dengan mengendarai sepeda motor Supra X 125. Setelah mengajar, korban kembali pulang ke kosan.

 

Baca juga :  Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Desa Tanjung Makmur Teladani Akhlak Mulia Rasulullah

“Korban memang pendiam dan kurang bersosialisasi dengan tetangga,” katanya.

 

Sementara itu, Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo melalui Kapolsek Peninjauan, Iptu Dedi Iskandar, membenarkan adanya kejadian guru yang ditemukan tewas di dalam kosan.

 

“Benar. Kita sudah ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.  Untuk barang bukti yang diamankan, 1 unit HP Samsung, 3 lembar jilbab warna cream, hijau dan hitam. 1 kacu pramuka, 1 celana panjang warna hitam, 1 baju kemeja lengan panjang warna putih,  sepasang sandal jepit, 1 handuk kecil, sepasang sarung tangan, dan 1 tali karet warna hitam,” sebut Kapolsek Peninjauan, Kamis (20/11/2025).

 

Saat ini, korban sudah dibawa ke Puskesmas Kedaton dan dirujuk ke RS Ibnu Sutowo Baturaja. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban mengalami luka memar di paha kanan, memar di kening, memar di pergelangan kaki kiri dan kanan akibat jeratan kain. Memar di kedua pergelangan tangan yang juga  akibat jeratan kain. Luka di bawa telinga kanan dan bengkak di bagian mulut akibat jeratan kain.

Baca juga :  Tiga Hari Pencarian di Sungai Wall, Jasad Padli Ditemukan Mengapung di Tumpukan Bambu

 

Terkait dugaan penyebab korban tewas, Iptu Dedi belum bisa menyimpulkan karena pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian yang menyebabkan korban tewas,” pungkasnya. (*)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.