Diduga Disdikbud OKU Timur Lakukan Pungutan Berkedok Infak Senilai Rp.1.3 M, Tindaklanjuti Arahan Bupati

oleh -319 Dilihat
Foto ilustrasi (istimewa).
Foto ilustrasi (istimewa).

CAHAYANUSANTARA.ID Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, baru saja melaksanakan kegiatan gerakan kemanusiaan bertajuk ‘OKU Timur Berbagi’.  Dalam program ini, Dinas Pendidikan OKU Timur merealisasikan dana infak dan sedekah dengan jumlah yang fantastis, yakni Rp. Rp1.320.828.000.

Mirisnya, ternyata dana miliaran rupiah yang dibungkus atau berkedok dengan istilah infak atau sedekah tersebut, dipungut dari seluruh ekosistem sekolah seperti guru, kepala sekolah hingga wali murid dan siswa.

Berdasarkan data tahun 2023 (data 2025 belum dirilis), jumlah sekolah di OKU Timur tercatat sebanyak 485 unit satuan pendidikan SD dan SMP baik swasta maupun negeri. Jumlah ini mencakup sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur.

Hal ini menjadi sorotan aktivis pemerhati dunia pendidikan, Erhamudin, Ketua Himpunan Aktivis Masyarakat Republik Indonesia (HAM RI).

Menurutnya, memungut dana infak di sekolah negeri tidak diperbolehkan jika bersifat wajib, ditentukan nominalnya dan dibatasi waktunya, karena termasuk kategori pungutan liar (Pungli).

Baca juga :  Kapolres Pastikan Pelaksanaan Ibadah Puasa dan Idul Fitri 2026 di OKU Timur Kondusif

“Menurut Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 dan Nomor 75 Tahun 2016, infak hanya boleh diterima jika bersifat sukarela, tidak mengikat dan ditentukan jumlahnya,” jelasnya, Minggu (15/3/2026).

Meski demikian, Erhamudin menegaskan, SD dan SMP Negeri dilarang memungut biaya ke siswa dan wali murid karena sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Begitu juga dengan dinas pendidikan, telah memiliki anggaran yang memadai.

“Memang banyak sekolah negeri sering menyalahgunakan istilah infak atau sumbangan  untuk menutupi pungutan wajib. Seharusnya pihak dinas pendidikan tidak membebani sekolah, wali murid dan siswa karena mereka tidak semuanya mampu. Dinas pendidikan mestinya bisa merealisasikan program itu dengan memakai anggaran dinas sendiri,” tegasnya.

Untuk itu, infak dan sedekah yang dikumpulkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur yang nominalnya mencapai miliaran rupiah tersebut, patut dipertanyakan dan diinvestigasi oleh instansi atau lembaga terkait, termasuk APH. Sebab, tidak menutup kemungkinan terjadi perbedaan dalam laporan penerimaan dan realisasi anggaran infak dan sedekah tersebut.

Baca juga :  Gawat! Mahasiswi di OKU Nyambi Jual Sabu dan Ekstasi

“Dari pemberitaan yang saya baca, program ini dilaksanakan oleh Disdikbud OKU Timur, demi untuk mewujudkan arahan Bupati OKU Timur, Lanosin. Beliau ingin dunia pendidikan tidak hanya mencetak kecerdasan intelektual, tapi juga kepekaan sosial. Bahkan, katanya program ini akan dijadikan agenda rutin oleh pemerintah daerah ,” ungkapnya.

Sementara, dalam rilis yang dibagikan ke beberapa media online, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Wakimin SPd MM menjelaskan, bahwa lahirnya program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati OKU Timur agar dunia pendidikan tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga membangun kepedulian sosial.

“Kegiatan ini merupakan pengejawantahan (perwujudan) dari arahan Bapak Bupati. Beliau ingin dunia pendidikan tidak hanya mencetak kecerdasan intelektual, tapi juga kepekaan sosial. OKU Timur Berbagi adalah wujud nyata hadirnya insan pendidikan untuk masyarakat,” ujar Wakimin.

Baca juga :  Diduga Banyak P3K Rangkap Jabatan dengan Gaji Ganda, HAM RI Minta Anggaran Belanja Gaji Pegawai Pemkab OKU Diaudit

Menurutnya, gerakan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para siswa agar terbiasa berbagi dan peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Ir. H. Dodi Purnama, S.T., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam gerakan kemanusiaan tersebut.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada orang tua siswa, para siswa, guru, staf tata usaha, hingga kepala sekolah. Sinergi ini adalah bukti kuatnya rasa gotong royong kita demi mewujudkan kemuliaan OKU Timur. Ini adalah wujud syukur kolektif warga sekolah,” ungkap Dodi.

Melalui gerakan “OKU Timur Berbagi”, pemerintah daerah berharap semangat kepedulian sosial di lingkungan pendidikan terus tumbuh. Program ini juga diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat karakter religius, nilai gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama di Kabupaten OKU Timur. (*)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.