Ratusan Murid SDN 166 OKU Tolak Program MBG, Makanan Tidak Fres dan Basi

oleh -494 Dilihat
Dapur SPPG Marga Bakti OKU. Foto: CN
Dapur SPPG Marga Bakti OKU. Foto: CN
banner 728x90
Dapur SPPG Marga Bakti OKU. Foto: CN
Dapur SPPG Marga Bakti OKU. Foto: CN

CAHAYANUSANTARA.ID Sudah lebih dari satu bulan terakhir, 239 murid SD Negeri 166 OKU di Desa Karya Jaya, Kecamatan Sinar Peninjauan, sudah tidak menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pasalnya, hampir seluruh wali murid dan guru di SDN 166 OKU, menolak menu program MBG dari dapur SPPG Marga Bakti yang berada dalam wilayah Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten OKU.

Bahkan, penolakan serta alasannya telah dilayangkan oleh pihak SDN 166 OKU dan komite sekolah dalam Surat Pernyataan yang ditujukan kepada dapur SPPG Marga Bakti. Terdapat empat alasan penolakan, yakni siswa tidak menghabiskan makanan, bahkan banyak yang tidak dimakan.

banner 728x90

Alasan kedua, makanan terkadang bau tak sedap dan menunya kurang variatif juga pernah basi. Selanjutnya, Terkadang buahnya busuk, masam, mentah. Terakhir, menu tekwan yang jadi makanan khas di daerah tersebut, berbau tidak sedap.

Baca juga :  Jadi Reseller Sabu, Pria di OKU Timur Ditangkap, Supplier Diburu

Persoalan ini disampaikan langsung oleh beberapa guru kelas di SDN 166 OKU, salah satunya, Noverlin. Katanya, persoalan penolakan menu MBG ini sudah berlangsung sejak awal Agustus 2026.

“Anak -anak banyak yang tidak mau makan menu yang diberikan, kalaupun dimakan tidak habis. Alasannya, karena pernah menunya bau, bahkan pernah basi,* ungkapnya, dibincangi di ruang guru, Selasa (15/9/2026).

Noverlin juga mengungkapkan, bahwa di tengah persoalan penolakan MBG ini, pihak pernah dikunjungi pihak pihak Polsek setempat untuk melakukan mediasi.

banner 728x90

“Bahkan kata pihak Polsek, permasalahan ini sudah sampai ke Polres OKU. Katanya mau memediasi SDN 166 dengan SPPG. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan dan kami juga tidak lagi menerima MBG,” bebernya.

Guru kelas lainnya, Wulan menambahkan, jika penolakan menu MBG ini telah disepakati oleh komite dan SDN 166 OKU dengan alasan awal menunya tidak variatif dan siswa kurang suka.

Baca juga :  Dituding Tidak Transparan, Perusahaan Tambang Galian C Desa Tubohan Beberkan Rincian Kompensasi

“Beberapa minggu kemudian, kami disuruh buat lagi surat pernyataan yang alasannya berubah, yakni penolakan MBG karena sekolah kami sudah mampu dan dialihkan ke sekolah lain,” terangnya.

“Setiap hari pihak MBG minta data, katanya kalau tidak ngasih data maka tidak dikasih MBG,” ucapnya menambahkan.

Meski demikian, kata dia, berdasarkan hasil pertemuan dengan wali murid, mereka mau menerima kembali jika menunya disesuaikan dan wajar.

“Kalau bisa jangan telur terus, tekwan. Tolong disesuaikan dan yang wajar. Kalau menunya selalu tidak sesuai, orang tua murid minta diganti uang saja,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SPPG Marga Bakti, Rama Fajri, membenarkan adanya komplain dan penolakan menu MBG oleh SDN 166 OKU. “Benar, kami juga sudah tahu alasannya,” ucap Rama.

Baca juga :  Wilayah Baturaja Langganan Banjir, Pemkab OKU Dinilai Lamban Melakukan Penanganan

Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah berupaya memenuhi permintaan SDN 166 OKU dengan memberikan menu yang bervariatif.

“Tapi tidak semua permintaannya bisa kami penuhi, sehingga terjadilah penolakan,” ungkapnya.

Terkait permintaan diganti uang, Rama menegaskan, pihaknya tidak bisa memenuhi hal tersebut, sebab program yang mereka kerjakan adalah MBG kita bergizi gratis, bukan bagi uang gratis.

“Selama ini kami mengakomodir 25 sekolah dengan penerima manfaat 3000 lebih, karena ada penolakan oleh satu sekolah, jadi tinggal 24 sekolah dengan penerima manfaat 2901,” jelasnya dengan rinci.

“Dapur SPPG kita merupakan terbaik pertama se-Kabupaten OKU, dan top 10 se-Sumsel,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

banner 728x90

No More Posts Available.

No more pages to load.